Menu

Pengertian Pisces atau Ikan, Ciri-Ciri, Struktur, Morfologi, Anatomi dan Klasifikasi

Pengertian Pisces – Inilah arti pisces menurut para ahli biologi yang selalu dijadikan referensi dalam mengartikan apa itu pisces? Tentu saja, diantara kita masih ada yang belum mengetahui apa yang dimaksud pisces?. Oleh karena itu disini pengertianahli.id akan menyajikan informasi mengenai pisces.

Pisces atau ikan adalah seekor hewan yang habitat hidupnya berada dalam air. Mereka bisa bernafas di dalam air karena memiliki insang. Pisces ini bisa kita temukan dalam air tawar (danau maupun sungai) atau air asin (samudra maupun laut). Pengertian Pisces adalah hewan yang berdarah dingin (poikiloterm) yang berarti suhu tubuhnya bisa berubah-ubah sesuai dengan suhu air yang ada ditempat dia sedang hidup.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ikan berada dalam kelompok vertebrata yang sangat beraneka ragam dimana memiliki jumlah spesies kurang lebih dari 27.000 spesies yang ada di seluruh dunia. Struktur tubuh ikan itu sebagian besar dibentuk oleh rangkanya, tulang penyusun tubuhnya terdapat tulang rawan dan juga terdapat tulang sejati. Ekor dan insang yang dimiliki mereka masing-masing bisa membantu mreka dalam melakukan pergerakan secara cepat di air.

pengertian pisces

Pengertian Pisces atau Ikan Menurut Ahli

Defenisi Ikan

Adapun yang dimaksud ikan adalah hewan bertulang belakang atau vertebrata yang berdarah dingin, memiliki habitat hidup di air, bergerak dan mempertahankan keseimbangan tubuhnya dengan memakai sirip dan bernafas menggunakan insang. Akan tetapi selain memakai insang, terdapat juga ikan yang mempunyai alat pernapasan tambahan yang fungsinya sama dengan paru-paru.

Ciri-ciri Pisces

Ikan adalah seekor hewan vertebrata atau bertulang belakang. Hampir semua jenis ikan memiliki beberapa ciri umum tersebut. Jika ada yang ciri-cirinya lebih spesifik, semuanya tergantung dari jenis ikannya. Adapun ciri ciri pisces secara umum yaitu:

  • Memiliki sirip untuk bisa bergerap (sirip ekor, dada, perut, anal dan punggung)
  • Melakukan perkembangbiakan lewat bertelur
  • Memiliki endoskeleton
  • Bernafas menggunakan insang
  • Mempunyai sisik yang berlendir atau licin
  • Merupakan hewan poikiloterm
  • Peredaran darahnya tertutup tunggal

Klasifikasi Pisces (Ikan)

Pisces terbagi atas 3 kelas yaitu Agatha (Ikan tidak berang), Osteichthyes (Ikan bertulang sejati), dan Chondrichthyes (ikan bertulang rawan).

Nah berikut ini terdapat beberapa penjelasan dari klasifikasi pisces (ikan).

Agnatha (Cyclostomata)

Istilah Agnatha ini berasal dari Yunani yakni berarti tidak (A) dan rahang (gnathus). Agnatha ini ada di Amerika Utra dan Eropa. Sebagian besar dari Ikan jenis Agnatha ada di dasar perairan laut atau air tawar dengan mengonsumsi parasit atau bangkai yang terdapat pada ikan yang lainnya.

Bentuk tubuh dari Agnatha yaitu silindri yang akan memanjang dengan memiliki ukuran panjang 76 sampai 90 cm. Agnatha tidak memiliki rahang, akan tetapi mempunyai mulut yang bisa berbentuk berparut dan lingkaran, mempunyai lidah dan gigi yang tersusun dari zat tanduk, tidak mempunyai sirip yang berpasangan, tak bersisik dan mempunyai tubuh yang lunak dan berlendir.

Chondrichthyes

Chondrichthyes berasal dari bahasa Yunani yaitu Chondros berarti rawan dan Ichthyes yang berarti ikan, dia bisa hidup di laut. Chondrichthyes mempunyai bentuk tubuh yang ditutupi sisik-sisik plakoid kasar dengan berisi dentin (Mesodermal) yang akan dilapisi dengan email (ektodermal).

Pada otot-otot tubuh memiliki segmen (miotom). Rangka atau juga endoskeleton yang tersusun atas tulang rawan Chondrichthyes yang memiliki 2 pasang sirip dengan sirip ekor yang pada umumnya heteroserkal atau lobus dorsal lebih besar. Mulut yang berada pada bagian bawah (ventral) dengan lidah atau rahang.

Rahang yang tertutup oleh gigi, pada alat pencernaan Chondrychthyes mulai dari mulut, lambung, esophagus, faring, rectum, usus, maupun juga kloaka.

Kloaka adalah suatu lubang tempat keluar sistem pencernaan. Sistem eksresi dan sistem reproduksi, lubang hidung ini berpasangan dan berfungsi sebagai indera penciuman. Alat kelaminnya terpisah dan juga fertilisasi terjadi secara internal atau eksternal. Chondrichthyes juga bersifat ovovivipar atau ovipar, semisal Chondrichthyes adalah ikan hiu, ikan pari macam, ikan pari listrik, ikan pari maupun chimaera sp.

Osteichthyes

Osteichthyes berasar dari bahasa Yunan Osten yang berarti tulang. Sedangkan Ichthys berarti ikan. Osteichthyes hidup di air laut, air tawar atau rawa-rawa. Osteichthyes ini memiliki ukuran tubuh yang beragam antara 1 sampai 6 cm. Osteichthyes adalah jenis ikan yang mempunyai tulang sejati dengan endoskeleton yang akan mengandung matriks kalsium fosfat yang sangat begitu keras. Kulit yang ditutupi oleh sisik bertipe ganoid, stenoi atau sikloid. Akan tetapi ada juga yang tidak bersisik. Otot tubuh yang bersegmen-segmen, mulut berahang dengan gigi atau lidah.

Osteichthyes ini bisa bernapas dengan insang yang ditutupi dengan operculum (tutup insang), osteichthyes memiliki gelembung renang dengan fungsi bisa membantu sistem pernapasan dan sebagai alat dalam hidrostatik yaitu bisa menyesuaikan berat tubuh dengan kedalaman air. Darah yang memiliki warna pucat dengan mengandung eritrosit berinti dan leukosit. Osteichthyes mempunyai limpa berwarna merah. Osteichthyes mempunyai alat pencernaan yang tergolong lengkap mulai dari lambung, usus, anus, esophagus, faring dan mulut. Antara lambung dengan usus dipisahkan oleh adanya katup.

Struktur tubuh Pisces atau ikan

Struktur ikan pada umumnya terdiri dari bagian kepala yang berisi sebuah otak dan organ sensorik dengan memiliki 10 saraf cranial yang terdapat gurat sisi untuk bisa merasakan tekanan air, batang dengan dinding otot yang akan mengelilingi sebuah rongga yang berisikan organ internal dan otot ekor post-anal.

Ikan termasuk seekor hewan yang banyak membutuhkan reflek bergerak yang memadai untuk dapat menghindari serangan musuh dan menangkap mangsanya. Selain daripada itu, ikan dituntut untuk memiliki keseimbanbgan yang baik. Oleh karena itu, otak kecil pada ikan senantiasa akan berkembang lebih pesat karena memiliki otak kecil yang menjadi pusat keseimbangan atau pergerakannya.

Ikan juga secara umum memiliki kulit yang sangat bermanfaat untuk dapat menutupi tubuh dan melakukan sekresi kelenjar berlendir supaya bisa mengurangi gesekan tubuh ikan terhadap air. Kemudian, hampir semua jenis ikan memiliki sisik yang berhubungan dengan sekresi kelenjar lendir untuk melakukan pembentukan lapisan yang bisa tahan terhadap air.

Pada sistem pernapasannnya, ikan memakai insang yang berbentuk lembaran tipis yang berwarna merah muda dan senantiasa dijaga kelembabannya. Setiap insang ini terdiri dari satu lengkung insang yang bertulang, sebaris sisir insang dan memiliki 2 baris filament insang lembut. Pada setiap filamen insang mempunyai banyak pembuluh darah dan filamen insang ini mempunyai ruang permukaan yang cukup besar untuk bisa melakukan pertukaran gas. Bagian paling luar insang berkaitan dengan air. Sedangkan pada bagian dalamnya berkaitan erat dengan kapiler-kapiler darah.

Secara umum, struktur tubuh ikan yaitu:

  • Memiliki ekor
  • Mempunyai jantung yang terdiri dari 2 ruang atrium atau ventrikel
  • Insang
  • Mata tak mempunyai kelopak
  • Memiliki rongga mulut
  • Memiliki Cekung Hidung
  • Mulut
  • Integumen

Morfologi Pisces atau Ikan

Pada ikan dan hewan air yang lainnya secara umum untuk bagian tubuhnya terbagi atas tiga bagian yaitu bagian badan, bagian ekor dan bagian kepala. Akan tetapi, pada setiap jenis ikan memiliki ukuran bagian tubuh yang berbeda-beda tergantung jenis ikannya. Adapun organ-organ yang ada pada setiap bagian tersebut yaitu:
1. Bagian kepala (Caput) yaitu bagian dari ujung mulut terdepan sampai ujung operkulum (tutup insang) bagian paling belakang. Adapun organ yang ada pada bagian kepala ini antara lain yaitu rahang, gigi, mulut, mata, cekung hidung, otak, operkulum, insang, jantung dan beberapa ikan ada yang memiliki alat pernapasan tambahan dan sebagainya.
2. Bagian badan (Truncus) pisces yaitu dari ujung operkulum (tutup insang) bagian paling belakang hingga pangkal awal sirip belang atau seringkali dikenal dengan istilah sirip dubur. Organ yang ada pada bagian ini yaitu sirip punggung, sirip perut, sirip dada, limpa, hati, lambung, empedu, ginjal, usus, gonad, gelembung renang dan sebagainya.
3. Bagian ekor (Cauda) yaitu bagian tubuh bagian belakang anus, disini terdapat pinna analis dan pinna raudalis. Pinna cau-dalis ikan trombo (mas) yang bersifat homo cercus yang artinya morfologi luar sirip ini terlihat simetra bilateral dan dilihat dari segi anatomi susunan tulang yang membangunnya tak simetri. Tipe sirip ekor jenis lainnya yaitu:

  • Procercus, seperti pada diphycerus hanya bentuk ekornya meruncing. Misalnya pada Cyclostomata dan masa embrional ikan-ikan pada umumnya.
  • Heterocercus, ekor tipe ini baik dari luar maupun didalamnya tak simetri. Semisal pada ikan hiu. Dhipycerus, sirip ekor ini berbentuk simetra bilateral baik dari segi morfologiu luar maupun anatomi pada bagian dalammnya. Semisal ikan Polypterus.

Bentuk Anatomi Tubuh Pisces atau Ikan

Bentuk Tubuh Ikan

morfologi tubuh ikan

Antara jenis pisces yang satu dengan jenis lainnya itu berbeda-beda. Perbedaan bentuk tubuh tersebut pada umumnya disebabkan oleh adanya proses adaptasi dari habitat dan cara hidupnya. Adapun bentuk-bentuk tubuh ikan tersebut terbagi atas dua yaitu ikan yang bersifat:

bentuk tubuh ikan

    • Simetri Bilateral yaitu ikan yang jika dibelah dua yakni ikan yang bersifat sagital, maka kita akan memperoleh hasil yang hampir sama persis antara bagian kanan dan bagian kirinya.
    • Non Simetri Bilateral yaitu ikan yang jika dibelah ditengah dengan potongan sagital, maka kita akan memperoleh hasil yang terlebihat berbeda antara bagian kanan dan bagian kirinya.

Simetri Bilateral
Jika kita lihat dari segi bentuk tubuhnya, terutama dari penampang melintangnya terdapat beberapa macam bentuk tubuh ikan simetri bilateral, bentuk bentuk tersebut yaitu:

    • Pipih / kompres yaitu ikan yang memiliki tubuh pipih atau dengan kata lain lebar tubuh jauh lebih kecil ketimbang tinggi tubuh dan panjang tubuhnya.
    • Picak / Depres yaitu ikan yang lebih tubuhnya jauh lebih besar dibandingkan tinggi tubuhnya.
    • Cerutu / Fusiform yaitu ikan dengan memiliki tinggi tubuh yang hampir sama dengan lebar dan panjang tubuhnya beberapa kali dari ukuran tingginya.
    • Ular / Sidat yaitu ikan yang bentuk tubuhnya hampir menyerupai ular atau belut.
    • Pita / taeniform / flattedform yaitu ikan yang bentuk tubuhnya agak memanjang dan tipis seperti pita.
    • Panah / sagittiform yaitu ikan yang memiliki bentuk tubuhnya menyerupai anak panah
    • Bola / globiform yaitu ikan yang memiliki bentuk menyerupai bola
    • Kotak / ostraciform yaitu ikan yang memiliki bentuk tubuh menyerupai kotak

Non-Simetri Bilateral
Ikan yang memiliki ukuran non simetri bilateral diantaranya yaitu ikan sebelah dan ikan lidah.

Bentuk Mulut Ikan

bentuk mulut ikan

Terdapat beberapa macam bentuk mulut ikan. Bentuk mulut ikan antara jenis ikan yang satu dengan jenis ikan yang lainnya itu berbeda-beda tergantung dari jenis makanan apa yang dimakannya.

Secara umum terdapat empat jenis mulut ikan yakni:
1. Mulut ikan berbentuk seperti terompet
2. Berbentuk seperti gergaji
3. Berbentuk seperti paruh
4. Berbentuk seperti tabung.

Mulut dapat disembul dan tida.

Berdasarkan bisa tidaknya disembulkan, mulut ikan dibedakan menjadi dua sifat yaitu bisa disembulkan dan tidak bisa disembulkan.

Posisi mulut pada ikan yang juga bervariasi tergantung dimana letak habitat makanan yang akan dimakannya. Terdapat empat macam posisi mulut ikan yaitu:
1. Posisi Inferior yakni mulut yang terletak di bawah hidung.
2. Posisi superior yakni mulut yang berada di atas hidung
3. Posisi sub terminal yakni mulut yang berada di dekat ujung hidung
4. Posisi terminal yaitu mulut yang terletak berada di ujung hidung.

Bentuk Sirip Pisces atau Ikan

bentuk sirip ikan

Bentuk sirip pada ikan yang ada di sirip punggung, sirip ekor, sirip perut, sirip dada maupun sirip belakang memiliki bentuk beraneka ragam. Untuk lebih jelasnya bisa kita perhatikan di bawah ini:

Bentuk-bentuk utama sirip ekor:

1. Membulat
2. Bersegi
3. Sedikit cekung atau berlekuk tunggal
4. Bulan sabit
5. Bercagak
6. Meruncing
7. Lanset

Pada dasarnya terdapat 10 macam bentuk sirip ekor ikan yaitu:

  • Sirip ekor memiliki bentuk hiposerkal, dalam hal ini ekor pada bagian bawah lebih panjang ketimbang ekor bagian atasnya seperti yang ada di ikan caracas.
  • Sirip ekor yang berbentuk episerkal, dalam hal ini pada ekor bagian atasnya yang lebih panjang dibandingkan ekor bagian bawahnya seperti yang ada di ikan atlantik sturgeon (Acipencer Oxyrhynchus)
  • Sirip Ekor berbentuk sabit, seperti pada ikan tongkol (Euthynus sp)
  • Sirip ekor memiliki bentuk meruncing, seperti pada ikan belut (monopterus albus)
  • Sirip Ekor yang berbentuk bajir, seperti pada ikan bloso (Glossogobius sp)
  • Sirip ekor yang berbentuk membundar, seperti pada ikan gurame (Osphronemus Gouramy)
  • Sirip Ekor berlekuk kembar, seperti di ikan Scatophagus argus
  • Sirip ekor berpinggiran tegak seperti pada ikan buntal (Tetraodon sp)
  • Sirip ekor bercagak seperti di ikan mas (Cyprinus Carpio), ikan tawes (Puntius Javanicus), ikan bawal (Pampus Sp) dan sebagainya.

Bentuk Sirip
Pada sisik ikan, untuk ukuran, bentuk dan jumlah sisiknya bisa memberikan gambaran bagaimanakah kehidupan ikan tersebut. Sisik ikan yang memiliki bentuk dan ukuran yang beraneka macam yakni

  • Sisik placoid merupakan sisik yang bertekstur lembut
  • Sisik Sikloid dan stenoid yang merupakan sisik kecil, ringan dan tipis
  • Sisik Ganoid merupakan sisik kasar dan besar

Pada umumnya, tipe ikan perenang cepat atau yang berenang secara terus menerus pada perairan berarus deras memiliki tipe sisik yang bertekstur lembut. Sedangkan ikan-ikan yang hidupnya berada di perairan yang tenang dan tak berenang secara terus menerus pada kecepatan tinggi pada umumnya memiliki tipe sisik yang kasar
– Sisik Stenoid memiliki bentuk seperti sikloid, akan tetapi memiliki pinggiran yang kasar.
– Sisik Sikloid berbentuk bulat, pinggiran sisiknya halus dan rata sementara.

Selain jenis sisik yang menjadi kriteria bagi jenis ikan tertentu, maka data jumlah sisik nya dibutuhkan.

Jumlah sisik pada gurat sisi merupakan jumlah pori-pori pada gurat sisi atau jika gurat sisinya tak sempurna atau tidak ada maka jumlah sisik yang dihitung yaitu jumlah sisik yang biasanya ditempati gurat sisi atau disebut dengan deretan sisik sepanjang sisi badan.

Penghitungan sisik ini dimulai dari sisik yang menyentuh tulang bahu sampai pangkal ekor.
– Jumlah sisik di sekeliling dada termasuk jumlah sisik pada bagian depan sirip punggung yang melingkari dada.
– Jumlah sisik di sekeliling batang ekor mencakup jumlah baris sisik yang melingkari batang ekor pada bidang yang tersempit.
– Jumlah sisik di depan sirip punggung mencakup semua sisik di pertengahan punggung antara sirip punggung dan insang.
– Jumlah sisik melintang badan termasuk jumlah baris sisik antara gurat sisi dan awal sirip punggung atau sirip punggung pertama dan antara gurat sisi dan awal sirip dubur. Sisik yang ada di depan awal sirip punggung dan sirip dubur dihitung 1/2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *