10+ Pengertian Limbah dan Jenis-jenisnya Menurut Ahli

Setiap kegiatan produksi yang dilakukan oleh manusia pasti menghasilkan yang namanya limbah. Limbah tak hanya dihasilkan oleh pabrik-pabrik atau industri besar. Bahkan kegiatan sederhana yang kita lakukan sehari-hari di rumah juga selalu menghasilkan limbah. Apakah limbah sama dengan sampah? Banyak dari kita mungkin belum tahu mengenai pengertian limbah, jenis-jenis limbah, dampak dari limbah, serta cara pengolahan limbah. Oleh karena itu pada kesempatan ini kita akan membahasnya satu per satu.

Loading...

Pengertian Limbah

Limbah dapat diartikan sebagai buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Limbah memiliki pengertian yang luas. Berikut ini pengertian limbah dari beberapa sumber yang perlu kita ketahui.

     Pengertian Limbah menurut Kamus Besar Bahasa indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, limbah mempunyai 3 pengertian yaitu : sisa produksi; bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau pemakaian; barang rusak atau cacat dalam proses produksi.

     Pengertian Limbah menurut Tchobanoglous dan Elliassen (1979)

Limbah adalah gabungan cairan atau sampah yang terbawa air dari tempat tinggal, kantor, bangunan perdagangan, industri, serta air tanah, air permukaan, dan air hujan yang mungkin ada.

     Pengertian Limbah menurut Stokes (1991)

Menurut Stokes, pengertian limbah dibagi menjadi empat macam yaitu:

–      Limbah infeksius : limbah yang mampu menimbulkan penyakit

–      Limbah berbahaya : limbah yang membahayakan manusia dan lingkungannya

–      Limbah toksik : limbah yang mampu menimbulkan efek toksik

–      Limbah medik : setiap limbah padat yang terjadi saat penegakan diagnosis, perawatan, atau pengimunisasian manusia maupun hewan

     Pengertian Limbah menurut Keputusan Menperindag RI No.231/MPP/KEP/7/1997 Pasal 1

Limbah adalah bahan / barang sisa atau bekas dari suatu kegiatan atau proses produksi yang fungsinya sudah berubah dari aslinya, kecuali yang dapat dimakan oleh manusia atau hewan.

     Pengertian Limbah menurut Peraturan Pemerintah No.101 Tahun 2014

Limbah adalah sisa suatu usaha dan kegiatan.

     Pengertian Limbah menurut Karmana (2007)

Limbah adalah sisa atau sampah suatu proses programsi yang dapat menjadi bahan pencemaran atau polutan di suatu lingkungan. Banyak kegiatan manusia yang menghasilkan limbah antara lain kegiatan industri, transportasi, rumah tangga, dan kegiatan lainnya.

     Pengertian Limbah menurut Susilowarno (2007)

Limbah merupakan sisa atau hasil sampingan dari kegiatan programsi manusia dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya. Pembuangan limbah yang tidak diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke dalam lingkungan akan menyebabkan polusi.

Itulah beberapa pengertian limbah secara umum maupun menurut beberapa ahli. Setelah kita memahami apa pengertian limbah, kita juga perlu mengetahui jenis-jenis limbah.

Pengertian Limbah

Jenis-jenis Limbah

Limbah yang setiap hari kita hasilkan dari berbagai aktivitas kehidupan ternyata dibedakan menjadi beberapa jenis. Baik berdasarkan wujud, sumber, maupun senyawanya. Berikut penjabarannya.

     Jenis limbah berdasarkan wujudnya

Jenis limbah paling mudah dibedakan berdasarkan wujudnya yaitu limbah cair, limbah padat, dan limbah gas / partikel.

     Jenis limbah berdasarkan sumbernya

Seperti yang kita tahu, setiap aktivitas baik itu aktivitas sederhana maupun aktivitas dengan proses yang panjang selalu menghasilkan limbah. Oleh karena itu jenis limbah bisa digolongkan berdasarkan darimana limbah tersebut berasal.

–      Limbah rumah tangga : sesuai dengan namanya, limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari kegiatan rumah tangga, misalnya limbah dari kegiatan memasak. Limbah rumah tangga disebut juga dengan limbah domestik.

–      Limbah industri : limbah industri adalah limbah yang bersumber dari kegiatan industri / pabrik. Bisa berupa limbah cair, limbah padat, maupun limbah gas.

–      Limbah konstruksi : material yang dihasilkan dari kegiatan konstruksi, perbaikan, atau perubahan yang sudah tidak digunakan lagi.

–      Limbah pertanian : limbah yang dihasilkan dari segala kegiatan pertanian. Contohnya sisa daun-daunan.

–      Limbah radioaktif : limbah yang berasal dari setiap pemanfaatan tenaga nuklir, baik pemanfaatan untuk pembangkitan daya listrik menggunakan reaktor nuklir, maupun pemanfaatan tenaga nuklir untuk keperluan industri dan rumah sakit.

     Jenis limbah berdasarkan senyawanya

Selain dibedakan berdasarkan wujud dan sumbernya, jenis limbah juga bisa dibedakan berdasarkan senyawanya.

–      Limbah Organik

Limbah yang mengandung unsur karbon atau berasal dari makhluk hidup dan bersifat mudah membusuk / terurai oleh aktivitas mikroorganisme baik aerob maupun anaerob. Limbah jenis ini mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya sisa makanan, sayur busuk, kulit buah, atau kotoran hewan.

–      Limbah Anorganik

Limbah yang tidak dapat atau sulit membusuk / terurai secara alami oleh mikroorganisme pengurai. Contoh limbah anorganik yang kita temui hampir setiap hari adalah plastik.

–      Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Limbah B3 adalah limbah yang berasal dari kegiatan manusia yang mengandung senyawa kimia dan beracun sehingga dapat membahayakan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Pengertian Limbah B3

Berdasarkan Undang-Undang No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan, merusak lingkungan, dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.

Dari beberapa jenis limbah yang telah dibahas di atas, yang paling berbahaya dan keberadaannya dapat mengancam manusia adalah limbah B3. Oleh karena itu, setelah mengetahui pengertian limbah B3, kita juga perlu memahami beberapa karakteristik dari limbah B3 tersebut.

     Mudah terbakar (Flammable)

Limbah mudah terbakar karena adanya kontak dengan udara, api, atau bahan lainnya meskipun dalam suhu dan tekanan standar. Contoh : cat, tinta, dan pembersih logam.

     Mudah meledak (Explosive)

Limbah mudah meledak pada suhu 25 derajat Celcius dan tekanan 760 mmHg. Pada kondisi tersebut limbah meledak dan menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi sehingga dapat merusak lingkungan sekitarnya. Contoh : limbah laboratorium dan limbah bahan peledak seperti pertambangan batu bara.

     Beracun

Limbah yang mengandung bahan pencemar bersifat beracun. Bisa menyebabkan keracunan bahkan kematian. Contoh : buangan pestisida.

     Berbahaya (Harmful)

Limbah padat, cair, maupun gas yang membahayakan kesehatan sampai tingkat tertentu melalui kontak inhalasi maupun oral.

     Berbahaya bagi lingkungan (Dangerous to environment)

Limbah yang berbahaya bagi lingkungan adalah limbah yang dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan maupun ekosistem.

     Menyebabkan infeksi

Limbah yang mengandung kuman penyakit. Contoh : jarum suntik bekas yang digunakan berulang kali dapat menularkan penyakit.

     Bersifat Korosif

Limbah yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan dapat membuat logam berkarat. Contoh : cairan aki mobil.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian limbah adalah sesuatu yang tidak lagi bernilai, tidak lagi dipergunakan, dan tidak memiliki nilai ekonomis. Karena itu keberadaan limbah kerap dianggap mengganggu. Karena setiap aktivitas yang terjadi di bumi ini menghasilkan limbah, penanganan yang tepat terhadap limbah tersebut perlu sangat diperhatikan.

Deskripsi : Pengertian limbah merupakan sesuatu yang tidak lagi bernilai, tidak lagi dipergunakan, dan tidak memiliki nilai ekonomis.

Loading...
10+ Pengertian Limbah dan Jenis-jenisnya Menurut Ahli | FAJAR ASHAR | 4.5
error: Content is protected !!