Menu

55+ Pengertian Manajemen Menurut Ahli, Contoh, Unsur dan Fungsi Manajemen

Pengertian Manajemen Menurut para Ahli | Manajemen merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan usaha anggota dalam organisasi. Manajemen memaksimalkan penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kata manajemen berasal dari bahasa Italia maneggio dan bahasa Latin maneggiare yang berarti “mengendalikan kuda”. Pada perkembangannya, istilah manajemen banyak digunakan untuk mengendalikan dan mengatur suatu kinerja organisasi. Selain itu, menarik juga untuk memperhatikan pendapat para ahli tentang manajemen. Seperti apa pengertian manajemen menurut mereka? Silahkan anda temukan uraiannya dalam postingan ini.

Hai kawan-kawan sekalian, tentu saja di antara kita masih ada yang belum mengetahui pengertian manajemen. Yah, termasuk anda yang sedang masuk disini, pasti anda kurang mengetahui apa itu manajemen? Hebat kan, mimin bisa mengetahui maksud dan tujuan anda berkunjung di situs ini. Iyalah, anda kan sedang mencari apa yang dimaksud manajemen?.

Oke, saya anggap teman-teman mengetahui pengertian manajemen secara umum yaitu sebuah proses untuk dapat mencapai tujuan organisasi tersebut dengan cara melakukan kerja sama untuk memanfaatkan sumber daya yang dimiliki.

Yang diatas pengertian manajemen secara umumnya. Tapi tahukah teman-teman arti manajemen dari segi asal usul kata (etimologi) nya? Nah, syukurlah teman-teman berkunjung di situs pengertianahli.id, baiklah kita akan menjelaskan arti manajemen secara etimologi yaitu berasal dari bahasa Perancis Kuno “Menagement” berarti seni dalam mengatur dan melaksanakan. Kemudian manajemen semakin berkembang sehingga didefinisikan sebagai upaya perencanaan, upaya pengoordinasian, upaya pengorganisasian dan upaya pengontrolan sumber daya untuk bisa mencapai sasaran secara efisien dan efektif.

Nah, efektif dalam hal ini yaitu untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan yang dimiliki dan efisien untuk kita laksanakan pekerjaan secara terorganisir dan benar.

Itulah kawan-kawan tentang pengertian manajemen secara umum baik secara terminologi maupun etimologi. Nah, tentu saja lewat pengertian tersebut kita bisa memberikan kesimpulan mengapa manajemen dibutuhkan dalam setiap aktivitas, baik itu pribadi maupun organisasi. Disini kita akan meminjam pernyataan T. Hani Handoko menyoal mengapa manajemen dibutuhkan?
– Manajemen dibutuhkan supaya tujuan pribadi dan organisasi itu bisa terlaksana dan tercapai.
– Kemudian Manajemen juga dibutuhkan untuk dapat menjaga keseimbangan antara tujuan, sasaran dan kegiatan yang senantiasa tidak saling bertentanga dari pihak yang memiliki kepentingan dalam organisasi.
– Manajemen dibutuhkan untuk dapat mencapai efisiensi dan efektivitas suatu kerja organisasi.
Sebuah organisasi yang sedang berkembang itu memerlukan manajemen beberapa hal yaitu mencakup manajemen pemasaran, manajemen produksi, manajemen sumber daya manusia, manajemen strategi dan masih banyak lagi lainnya.
Apa? Teman-teman masih belum puas dengan pengertian manajemen secara umum? Baiklah, kali ini mimin akan membagikan informasi tentang arti kata manajemen menurut para ahli manajemen terkenal dari berbagai sumber di internet.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli, Tujuan dan Unsur Manajemen

pengertian manajemen

Nah, teman-teman, disini beberapa ahli di bidang ilmu manajemen akan memberikan penjelasan tentang pengertian manajemen? Yang tentu saja akan memberikan pemahaman secara sederhana tentang arti manajemen? Sehingga kita bisa mengetahui apa yang dimaksud manajemen dan manfaat manajemen. Tapi yang disampaikannya tidak panjang lebar amat sehingga kita bisa memahami perkataannya dan bisa dibilang hampir sama semua. Ingin menyimak informasinya, silahkan check It out di bawah ini teman-teman.

Pengertian Manajemen Menurut Mary Parker Follet

Teman-teman tau siapa itu Mary Parker Follet? Jika teman-teman mensearch di google maka teman-teman akan mendapatkan informasi mengenai Mary Parker Follet. Dia adalah perempuan pekerja social dan philosopi social. Meskipun dia juga dikenal pencetus Teori Administrasi, tapi tentu saja berkaitan dengan manajemen. Sehingga akhirnya dia juga memiliki persepsi tentang arti Manajemen. Menurt Mary Parker Follet, pengertian manajamen adalah suatu seni untuk dapat melakukan suatu pekerjaan lewat orang lain.
Pengertian manajemen menurut Mary Parker Follet sangat menarik perhatian para manajer. Karena memang pada kondisi kenyataannya, para manajer itu bisa mencapai tujuan organisasinya dengan cara mengatur orang lain untuk dapat melakukan apa saja yang mesti dilakukan dan dibutuhkan pada pekerjaan tersebut, bukan dengan cara menjalankan pekerjaan itu secara sendirinya. Adapun konsep dasar manajemen dari teori Follet antara lain:
– Prinsip saling memberikan respon, dimana interaksi manusia senantiasa mencakup pengaruh bersama dan simultan
– Tujuan dari Integrasi yakni kondisi yang harmonis dari penggabungan pada hal-hal yang berbeda dimana akan menghasilkan bentuk baru atau entitas baru.
Pemikiran Mary Parker Follet ini didominasi oleh pemikiran-pemikiran yang tidak mempercayai bahwa kekuasaan disalahkangunakan oleh para kapitalis. Dia menyatakan bahwa pihak manajemen mempunyai hak guna menentang setiap upaya dari serikat (aktivitis politik, serikat dan sebagainya) untuk mengambil alih kekuasaan. Dari sinilah, dia memiliki pemikiran bahwa
– Bekerja secara berkelompok atau organisasi itu lebih penting
– Pengendalian konflik dan pentingnya nilai partipasi pada unit kerja
– Pemakaian pendekatan psikologi dalam setiap manajemen organisasi.
Kemudian, Mary Parker Follet memiliki teori manajemen yang mempraktekkan prinsip-prinsip dalam berkoordinasi yaitu:
– Kontak langsung, Diperlukan kontak langsung antara karyawan dan manajer untuk dapat membantu organisasi dalam menghindari setiap konflik dan kesalahpahaman. Dengan mengadakan pertemuan secara rutin atau membahas tugas secara langsung maka kita bisa mendapatkan kontak langsung dengan bawahan.
– Tahap Awal. Koordinasi mesti dipelajari dan dikuasai segera. Tak ada karyawan yang merasa kurang penting dibandingkan karyawan lainnya, masing-masing mempunyai peran penting sehingga setiap orang pantas dipuji.
– Hubungan Timbal Balik. Setiap pekerja mesti bertanggung jawab untuk tugasnya dan saling bekerja sama dengan anggota lainnya. Tak ada seorang pun yang harus berusaha lebih atau kurang, karena ini adalah kerja tim.
– Proses Berkelanjutan. Koordinasi mesti dijaga, jangan hanya belajar, salurkan semua yang bisa dilakukan.

Pengertian Manajemen Menurut George R. Terry

Lagi-lagi jika teman-teman ditanyai tentang siapa itu George R. Terry pasti dijawab “Ahli Manajemen”. Iyalah masa pengertian manajemen diartikan oleh mereka yang bukan ahli manajemen. Okay, kembali ke laptop. Sudah banyak referensi yang menjelaskan tentang Manajemen menurut George R. Terry. Dia sendiri memiliki buku manajemen yang berjudul “Principles of Management” yang mengatakan bahwa management is the accomplishing of a predetermined objectives thorug the efforts of other people”. Paham kagak dengan bahasa inggrisnya? Yuk kita artikan sama-sama. MAnajemen adalah suatu pencapaian tujuan-tujuan yang sudah ditetapkan melalui atau bersama-sama berusaha dengan orang lain. George R. Terry menilai bahwa manajemen adalah proses yang khas dimana terdiri atas perencanaan, pengordinasian, menggerakkan dan pengawasan.
Manajemen menurut George R. Terry itu sesuatu yang sangat penting bagi setiap kegiatan individu atau kelompok dalam organisasi untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen itu berorientasi pada proses yang berarti bahwa manajemen memerlukan sumber daya manusia, pengetahuan dan keterampilan supaya kegiatan menjadi lebih efektif atau bisa menghasilkan suatu tindakan dalam menggapai kesuksesan. Oleh sebab itu, tak aka nada organisasi yang sukses jika tak menggunakan manajemen yang baik.
Sekarang kita kaji lebih dalam lagi fungsi manajemen menurut George R. Terry, dimana dalam bukunya George R. Terry membagi empat fungsi dasar manajemen yakni Planning (perencanaan, Organizing (pengorganisasian), Actuating (pelaksanaan) dan controlling (Pengawasan). Oke, mari kita singkat supaya bisa mudah kita mengerti, dari semuanya singkat saja menjadi “POAC”.
– Planning (Perencanaan)
George R. Terry dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management” (Sukarna, 2011:10) mengemukakan konsep planning dalam manajemen yaitu “Planning is the selecting and relating of facts and the making and using of assumptions regarding the future in the visualization and formulation to proposed of proposed activation believed necesarry to accieve desired result”.

Berarti Perencanaan adalah Memilih beberapa fakta dan menghubungkan antara satu dengan yang lainnya dan penggunaan prediksi-prediksi atau asumsi-asumsi untuk masa yang akan datang dengan cara menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk dapat mencapai hasil yang diinginkan”

– Organizing (Tahap Organisasi)
– Selanjutnya, tahap Organizing menurut George dalam bukunya “Principles of Management” mengemukakan bahwa “Organizing is the determining, grouping and arranging of the various activities needed necessary forthe attainment of the objectives, the assigning of the people to thesen activities, the providing of suitable physical factors of enviroment and the indicating of the relative authority delegated to each respectives activity.
“ …. Pengorganisasian adalah suatu penentuan, pengelompokkan dan penyusunan bermacam-macam kegiatan yang dibutuhkan untuk dapat mencapai tujuan, penempatan orang-orang (pegawai), terhadap kegiatan-kegiatan ini, penyediaan faktor-faktor fisik yang cocok untuk kebutuhan kerja dan penunjukan hubungan wewenang, yang dilimpahkan terhadap setiap orang yang dalam hubungannya dengan pelaksanaan setiap kegiatan yang diharapkan.
– Actuating (Pelaksanaan / Penggerakan)
Menurut George R. Terry dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management mengatakan bahwa Actuating is setting all members of the group to want to achieve and to strike to achieve the objective willingly and keeping with the managerial planning and organizing efforts.
“….Penggerakan adalah membangkitkan dan mendorong semua anggota kelompok supaya berkeinginan dan berusaha dengan keras untuk dapat mencapai tujuan secara ikhlas dan sesuai perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian berasal dari pihak pimpinan.

Dari defenisi di atas kita bisa melihat bahwa tercapai atau tidaknya suatu tujuan itu tergantung dari siapa penggerak atau tidaknya seluruh anggota kelompok manajemen, yang dimulai dari tingkat atas, menengah hingga ke bawah. Segala kegiatan mesti terarah pada sasarannya, karena mengingat kegiatan yang tak terarah pada sasarannya hanyalah termasuk pemborosan terhadap tenaga kerja, waktu, uang dan materi atau dengan kata lain termasuk pemborosan terhadap tools of management. Hal ini sudah barang tentu termasuk mis-management.

Tercapainya tujuan itu bukan hanya bergantung pada planning dan organizing yang baik, melainkan juga itu tergantung dari penggerakan dan pengawasan. Perencanaan dan pengorganisasian hanyalah merupakan landasan yang kuat untuk adanya suatu penggerakan yang terarah pada sasaran yang dituju. Penggerakan tanpa adanya planning atau perencanaan maka tak akan berjalan secara efektif dalam perencanaan itulah ditentukan adanya tujuan, budget, standard, mode kerja, procedural dan program (Sukarna, 2011:82 – 83).
Faktor-faktor yang dibutuhkan untuk orang yang menjadi penggerak yaitu disiplin, supervise, perangsang, komunikasi, sikap dan moril serta kepemimpinan.
– Controlling (Pengawasan)
Control memiliki peranan atau kedudukan yang penting sekali dalam melakukan manajemen karena mengingat memiliki fungsi untuk menguji apakah pelaksanaan kerja itu teratur tertib, terarah atau tidak. Meskipun planning, organizing, actuating itu baik, akan tetapi jika pelaksanaan kerjanya tak teratur, terarah dan tertib maka tujuan yang sudah ditetapkan tak akan bisa tercapai. Dengan demikian fungsi control memiliki fungsi untuk mengawasi setiap kegiatan supaya bisa tertuju pada sasarannya.
Menurut George R. Terry tentang Controllong dalam bukunya “Principle of Management”.

Pengertian Manajemen Menurut Henry Fayol

Arti kata Manajemen menurut Henry Fayol adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengoordinasian dan controlling atau pengawasan terhadap sumber daya yang tersedia supaya dapat mencapai tujuan secara efisien dan efektif.
Henry Fayol adalah seseorang yang merumuskan teori manajemen atau administrasi yang berasal dari Prancis yang berpengaruh dalam konsep manajemen atau ilmu administrasi modern. Peninggalan Fayol yang terkenal yaitu 5 fungsi utama manajemen : merencanakan, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi dan mengontrol. Menurut Fayol, praktek manajemen bisa dikelompokkan dalam beberapa pola yang bisa kita identifikasi dan analisis. Selanjutnya dari analisis tersebut, bisa dipelajari oleh manajer atau calon manajer.

Fungsi Manajemen Menurut Henry Fayol
– Planning atau perencanaan tujuan dan bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut dengan menggunakan sumber daya yang ada. Perencanaan terbagi atas perencanaan strategi dan perencanaan operasional.
– Organizing atau pengorganisasian atau sinkronisasi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya fisik dan sumber daya modal dalam rangka untuk mencapai tujuan perusahaan.
– Commanding atau fungsi memerintah untuk mengarahkan, dimana fungsi memerintah dilakukan dengan memberikan arahan pada karyawan supaya bisa menunaikan tugas mereka masing-masing. Selain daripada itu, commanding dilakukan supaya tugas bisa dilakukan dengan baik dan sesuai tujuan yang sudah direncanakan semual.
– Coordinating atau koordinasi yang merupakan salah satu fungsi manajemen untuk menjalankan berbagai kegiatan supaya tak terjadi kekacauan, cekcok, kekosongan kegiatan, menyatupadukan dan menyelaraskan setiap pekerjaan bawahan sehingga terjalin kerjasama yang terarah untuk mencapai tujuan bersama.
– Controlling atau pengawasan adalah suatu kegiatan untuk dapat memantau, membuktikan dan memastikan semua kegiatan yang sudah direncanakan, diorganisasikan, diperintahkan dan dikondisikan sebelumnya bisa berjalan sesuai target atau tujuan tertentu.

Pengertian Manajemen Menurut Ricky W. Griffin

Menurut Ricky W. Griffin bahwa manajemen adalah suatu proses perencanaan, organisasi, koordinasi dan control terhadap sumber daya yang tersedia untuk dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Pengertian Manajemen Menurut Lawrence A. Appley

Arti manajemen menurut Lawrence A. Appley adalah sebuah keahlian yang dimiliki oleh seseorang atau organisasi untuk dapat mengarahkan orang lain supaya dapat melakukan sesuatu.

Pengertian Manajemen Menurut Oey Liang Lee

Arti manajemen menurut Oey Liang Lee adalah suatu ilmu atau seni dalam melakukan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengendalian atas sumber daya yang tersedia untuk dapat mencapai tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Pengertian Manajemen Menurut Hilman

Arti kata manajemen menurut Hilman adalah fungsi untuk mencapai tujuan lewat perantara kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha setiap individu agar mencapai tujuan yang sama.

Pengertian Manajemen Menurut Dr. Ahuja

Arti kata manajemen menurut Dr. Ahuja adalah pihak-pihak yang menawarkan menyediakan jasa pada bidang yang berhubungan dengan manajemen.

Pengertian Manajemen Menurut Renvile Siagian

Arti kata manajemen menurut Renvile Siagian adalah salah satu bidang usaha yang bergerak pada bidang jasa pelayanan yang dikelola oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman dan terlatih.

Pengertian Manajemen Menurut Dr. Bennet N.B Silalahi, M.A

Arti kata manajemen menurut Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A adalah ilmu perilaku yang terdiri dari aspek sosial eksak yang bukan dari tanggung jawab keselamatan dan kesehatan kerja baik dari segi perencanaannya.

Pengertian Manajemen Menurut James A.F Stoner

Arti kata manajemen menurut James A. F. Stoner adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, leadership, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi tersebut serta pemakaian sumber daya yang ada pada organisasi tersebut untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan organisasi sebelumnya.

Berikut ini pengertian manajemen yang pernah diungkapkan oleh beberapa ahli:
  • Menurut Prajudi Atmosudirdjo: Manajemen merupakan menyelenggarakan sesuatu dengan menggerakkan orang-orang, uang, mesin-mesin, dan alat-alat sesuai dengan kebutuhan.
  • Menurut Sondang P. Siagian: Manajemen merupakan kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka mencapai tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain.
  • Menurut Karnadi Wargasasmita: Manajemen merupakan mengatur, mengurus, memimpin, dan mengawasi pekerjaan-pekerjaan ke arah tujuan usaha.
  • Menurut Manullang: Manajemen adalah seni dan ilmu pencatatan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, serta pengawasan (pengontrollan) sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • Menurut The Liang Gie: Manajemen adalah proses yang menggerakkan tindakan-tindakan dalam usaha kerja sama manusia sehingga tujuan yang telah ditentukan benar-benar tercapai.
  • Menurut Henry Fayol: Manajemen adalah suatu proses yang terdiri atas kegiatan merencanakan mengorganisasikan, menggerakkan sumber daya manusia, dan mengadakan pengendalian dalam rangka mencapai tujuan.
  • Manajemen Menurut George R. Terry: Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengadakan pengendalian melalui kegiatan orang lain dalam rangka mencapai suatu tujuan.
  • Menurut Jhon D. Millet: Manajemen adalah satu kesatuan proses pembimbingan dan penyediaan fasilitas-fasilitas kerja terhadap orang-orang yang tergabung dalam organisasi untuk mencapai tujuan.
  • Menurut Harold Koontz dan Cyrill O’Donnell: Manajemen adalah pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan menggunakan kegiatan orang lain.
Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, seorang manajer membutuhkan sarana manajemen yang disebut dengan unsur manajemen. Menurut Manullan (1992), unsur manajemen tersebut, meliputi:
  • Manusia (Man): manusia adalah sarana utama setiap manajer untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Berbagai aktivitas yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan memerlukan sumber daya manusia.
  • Material (Material): Dalam proses pelaksanaan kegiatan, manusia menggunakan material atau bahan-bahan. Oleh karena itu, material dianggap pula sebagai alat atau sarana manajemen untuk mencapai tujuan.
  • Mesin (Machine): Dalam kemajuan teknologi, manusia bukan lagi sebagai pembantu mesin seperti pada masa lalu, sebaliknya mesin telah berubah kedudukannya menjadi pembantu manusia.
  • Metode (Method): Untuk melakukan kegiatan secara berdaya guna dan berhasil guna, manusia dihadapkan kepada berbagai alternatif metode atau cara melakukan pekerjaan. Oleh karena itu, metode atau cara dianggap sebagai sarana atau alat manajemen untuk mencapai tujuan.
  • Uang (Money): Uang sebagai sarana manajemen harus digunakan sedemikian rupa agar tujuan yang diinginkan tercapai. Kegagalan atau ketidaklancaran proses manajemen sedikit banyak dipengaruhi oleh pengelolaan keuangan.
  • Pasar (Markets): Bagi badan yang bergerak di bidang industri sarana manajemen penting lainnya adalah pasar. Tanpa adanya pasar bagi hasil produksi, jelas tujuan perusahaan industri tidak mungkin tercapai. Salah satu masalah pokok bagi suatu perusahaan industri adalah minimal mempertahankan pasar yang sudah ada.

Fungsi Manajemen dalam Bisnis

Fungsi manajemen adalah suatu elemen dasar yang mesti melekat pada manajemen untuk dijadikan sebagai acuan para manajer dalam menjalankan tugas agar tujuan bisa tercapai lewat perencanaan, pengorganisasian, pengordinasian dan pengendalian atau pengawasan.
Nah, berdasarkan pengertian manajemen di atas maka kita bisa mendapatkan 5 fungsi utama manajemen dalam bisnis yakni:

fungsi manajemen bisnis

Perencanaan (planning)

Perencanaan adalah sesuatu yang sangat penting pada sebuah manajemen bisnis. Seorang manajer yang sedang mengelola manajemen dalam perusahaan atau bisnis akan merencanakan dan mengevaluasi setiap tindakan yang telah dan masih belum dijalankan dalam bisnis.

Perencanaan sangat penting untuk dapat menentukan secara keseluruhan tujuan dari perusahaan dan cara untuk dapat memenuhi tujuan organisasi. Manajer senantiasa bertindak sebagai orang yang terus mencari alternative untuk mencapai tujuan akhir, meliputi rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Tanpa adanya perencanaan yang tepat sasaran di dalam bisnis yang sementara masih berkembang maka dapat membuat bisnis menjadi tak berjalan sesuai dengan arahnya. Penyimpangan ini dapat mengakibatkan ketidakteraturan dalam bisnis sehingga bisnis akan menjadi rugi bahkan bangkrut.

Pengorganisasian (Organizing)

Fungsi manajemen yang ada dalam bisnis kedua yaitu sebagai pengorganisasian dengan membagi kegiatan besar menjadi beberapa kegiatan kecil atau serangkaian kegiatan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan manajer melakukan pengawasan yang lebih efektif dan untuk menentukan sumber daya yang diperlukan pada setiap kegiatan yang sudah dibagi menjadi lebih efisien.
Pengorganisasian secara lebih mudah kita jalankan dengan menentukan apa tugas yang dikerjakan, siapa yang mengerjakan dan bagaimana harus dikerjakan.Hal tersebut bertujuan untuk dapat mencapai tujuan bisnis lewat proses yang lebih terstruktur atau terorganisir.

Penempatan (Staffing)

Mirip dengan organizing, akan tetapi pemakaiannya lebih luas. JIka organizing lebih memperhatikan manajemen sumber daya manusia, maka staffing lebih memperhatikan sumber daya secara umum. Terdapat beberapa sumber daya tersebut diantaranya peralatan, perlengkapan dan inventaris yang terdapat pada suatu organisasi.

Pengarahan (Directing)

Fungsi manajemen bisnis yang terakhir yaitu sebagai suatu tindakan yang mengupayakan supaya setiap anggota bisnis atau kelompoknya bisa mencapai sasaran dan target sesuai dengan prosedur manajerial yang telah direncanakan. Seorang manajer akan menjalankan pengarahan kalau terjadi permasalahan atau jika apa yang sudah dikerjakan tak sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

Karena tak semua hal yang direncanakan pada bisnis itu bisa diwujudkan secara nyata dalam tindakan karena mengingat banyaknya kejadian yang tak terduga sebelumnya. Sehingga disinilah fungsi manajemen sebagai pengarahan supaya apa yang dikerjakan sumber daya masih tetap berada di jalur yang seharusnya.

Pengawasan (Controlling)

Dari serangkaian rencana dan tindakan yang sudah dijalankan, mesti adanya suatu pengawasan atau controlling. Fungsi manajemen bisnis dalam hal ini yaitu dapat melakukan evaluasi secara keseluruhan atas kinerja sumber daya perusahaan.

Manajer secara aktif akan dapat melakukan pengawasan terhadap sumber daya yang telah diorganisasikan sebelumnya dan memastikan apa yang telah dikerjakan sesuai dengan apa yang direncanakan. Adanya penyimpangan atau kesalahan ketika menjalankan tugas bisa kita koreksi untuk dijadikan suatu pembelajaran pada perencanaan selanjutnya.

Pengelompokan dari setiap sumber daya juga sangat penting untuk dijadikan bahan pengelompokan supaya tak memunculkan dominasi dari manajer saja. Bisnis yang baik itu bisnis yang setiap anggotanya bisa melakukakan kerjasama secara tim dan berjalan secara simultan. Ada beberapa hal yang mesti terpenuhi untuk dapat melakukan pengawasan yaitu:
Jalur (routing
Manajer mesti menetapkan jalur untuk dapat memperkecil resiko kesalahan yang terjadi.
Penetapan waktu (Scheduling)
Seorang manajer mesti mempunyai waktu rutin untuk dapat melakukan pengawasan semisal satu bulan satu kali atau dua kali.
Perintah Pelaksanaan (Dispatching)
Manajer mempunyai sikap untuk dapat mendorong dan memerintah supaya setiap sumber daya untuk menyelesaikan setiap pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Tindak Lanjut (Follow Up)
Manajer menjalankan evaluasi dan memberikan suatu solusi dari setiap permasalahan yang sudah terjadi selama proses mencapai tujuan untuk dapat meminimalisir terjadinya kesalahan yang sama.

Unsur unsur Manajemen

Dalam membentuk suatu sistem manajerial yang baik diperlukan unsur-unsur manajemen di dalamnya. Semua unsure tersebut mesti saling melengkapi antara satu sama lain, dan jika salah satu unsure tersebut tak ada maka berefek pada semua proses dalam mencapai tujuan organisasi.
Nah, berikut ini beberapa unsur-unsur manajemen.


Manusia
Faktor yang sangat menentukan dalam proses manajemen yaitu manusia. Pada prakteknya, manusialah yang dapat membuat tujuan dan melakukan suatu proses pencapaian tujuan tersebut. Dengan kata lain bahwa proses kerja tak akan terjadi jika tidak ada unsur manusia yang ada di dalamnya.

Uang

Uang adalah unsur manajemen yang sangatlah berpengaruh karena hasil kegiatan bisa kita ukur dari jumlah yang telah beredar pada suatu perusahaan. Unsur uang bisa menjadi alat untuk mendapatkan tujuan dengan penggunaannya yang bisa kita perhitungkan secara rasional.

Penggunaan uang dalam suatu perusahaan yaitu untuk memenuhi biaya operasional, seperti gaji pegawai, pembelian dan perawatan peralatan kantor dan peralatan yang lainnya yang mana dibutuhkan oleh perusahaan.

Material atau Bahan

Bahan ini terdiri atas raw material (bahan setengah jadi) dan bahan jadi. Unsur material termasuk faktor yang penting dalam dunia usaha karena hasil yang baik hanya dapat tercapai jika ada material yang baik.

Mesin

Mesin sangatlah dibutuhkan manusia untuk dapat melakukan pekerjaan yang sulit itu menjadi terasa lebih mudah dan cepat. Pemakaian mesin akan dapat meningkatkan hasil dan keuntungan serta bisa membuat proses kerja menjadi lebih efisien dan efektif.
Metode
Proses pelaksanaan kerja hanya bisa berjalan secara efisien dan efektif jika dilakukan dengan metode yang tepat. Suatu metode kerja mesti mempertimbangkan sasaran, waktu, fasilitas, uang dan kegiatan bisnis.
Selain daripada itu, metode yang tepat dan baik yang juga mesti dipahami oleh manusia yang menjalankannya. Dengan kata lain bahwa sebuah metode hanya dapat berjalan secara baik jika manusia nya terlibat di dalamnya.
Pasar
Proses pemasaran produk termasuk unsur manajemen yang sangat begitu krusial bagi sebuah perusahaan. Kalau tak ada pemasaran maka dipastikan barang tak akan laku.

Suatu bisnis dapat menguasai pasar jika menyajikan produk yang memiliki kualitas dan sesuai dengan minat dan daya beli konsumen. Hal itulah sebabnya proses pemasaran sangat erat kaitannya dengan kualitas barang yang dipasarkan.

Contoh dan Jenis-jenis Manajemen

Pada penerapan ilmu manajemen dalam kehidupan sehari-hari, terdapat banyak sekali contoh yang dapat kita temukan sesuai dengan bidangnya. Nah, berikut ini terdapat beberapa contoh dan macam-macam manajemen:
• Manajemen Strategi
• Manajemen Administrasi Perkantoran
• Manajemen Biaya
• Manajemen Organisasi
• Manajemen Personalia dan Administrasi
• Manajemen Perusahaan
• Manajemen Pemasaran
• Manajemen Produksi
• Manajemen Keuangan
• Manajemen Waktu
• Manajemen Organisasi
• Manajemen Komunikasi
• Manajemen Pendidikan
• Manajemen Konstruksi
• Manajemen Agribisnis
• Manajemen Stress
• Manajemen Sumber Daya Manusia
• Manajemen Risiko
• Manajemen Rantai Pasokan
• Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
• Manajemen Hubungan Masyarakat (Humas)
• Dan lain-lain
Ilmu manajemen itu ternyata sangat begitu luas dan contoh penerapan ilmu manajemen dalam kehidupan sehari-hari pun sebenarnya sangat banyak sekali. Dan pada dasarnya, kehidupan manusia tak pernah terlepas dari ilmu manajemen, mulai dari hal kecil sampai hal yang besar.

Baca juga:

 

Demikianlah informasi tentang pengertian manajemen menurut ahli, contoh, unsur dan fungsi manajemen. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat kepada anda yang sedang membutuhkan informasi tentang pengertian manajemen menurut ahli

Sekian materi tentang Pengertian Manajemen Menurut para Ahli. Jika ada pertanyaan, saran/kritik, atau apresiasi, dapat Anda kirimkan melalui kotak komentar. Jika anda ingin menemukan artikel tentang manajemen yang lainnya silahkan mencari di google.co.id atau google.com. Terima Kasih, semoga bermanfaat.

Referensi:

  • Sulandri, Agustin. 2013. Buku Ajar Ekonomi untuk SMA/MA. Yogyakarta: Citra Pustaka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *